Kalkulator Diskon (Potongan Harga)
Hitung harga setelah diskon, jumlah uang yang dihemat, diskon berlapis (bertingkat), atau cari berapa persen diskon dari selisih harga awal dan harga akhir.
Parameter Perhitungan
Pilih jenis perhitungan diskon dan masukkan nilainya
🏷️ Detail Diskon & Metode
*Masukkan harga barang sebelum diskon.
*Contoh diskon tunggal: 20
*Harga yang sudah dibayar/tertera setelah diskon.
Simulasi Cepat Skenario
HASIL PERHITUNGAN DISKON
📝 Rincian Perhitungan Diskon
📊 Rincian Komposisi Harga
Detail persentase setiap komponen terhadap harga awal.
🩺 Wawasan Belanja Cerdas
Diskon Berlapis
Diskon berlapis dihitung secara berurutan, bukan dijumlahkan langsung, sehingga hasil akhirnya selalu lebih kecil dari penjumlahan persentase.
Persentase Efektif
Persentase diskon efektif menunjukkan potongan riil terhadap harga awal, bukan sekadar angka yang tertera di label.
Bandingkan Promo
Gunakan hasil di atas untuk membandingkan promo dari toko yang berbeda sebelum memutuskan membeli.
Panduan Lengkap Menghitung Diskon
Diskon adalah potongan harga yang diberikan penjual dari harga normal suatu barang atau jasa, biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase.
📊 Konsep Dasar Diskon
- Diskon Tunggal: Potongan satu kali yang langsung dihitung dari harga awal.
- Diskon Berlapis: Dua atau lebih diskon yang diterapkan berurutan, di mana diskon kedua dihitung dari harga yang sudah terpotong diskon pertama.
- Persentase Efektif: Total potongan riil dibandingkan harga awal, biasanya lebih kecil dari penjumlahan persentase diskon berlapis.
📈 Rumus Perhitungan Diskon
-
1. Diskon Tunggal:
Jumlah Hemat = Harga Awal × (Persen / 100)
Harga Akhir = Harga Awal − Jumlah Hemat -
2. Diskon Berlapis (mis. 20%+10%):
Harga Setelah Diskon 1 = Harga Awal × (1 − 20%)
Harga Setelah Diskon 2 = Harga Setelah Diskon 1 × (1 − 10%) -
3. Cari Persentase Diskon:
Persen Diskon = (Harga Awal − Harga Akhir) / Harga Awal × 100%
💡 Hal Penting Seputar Diskon Berlapis
- Bukan Penjumlahan: Diskon 20%+10% tidak sama dengan diskon 30%, karena diskon kedua dihitung dari harga yang sudah dipotong diskon pertama.
- Hasil Selalu Lebih Kecil: Persentase efektif diskon berlapis selalu lebih kecil daripada hasil penjumlahan sederhana kedua persentase.
- Urutan Tidak Mengubah Hasil Akhir: Secara matematis, urutan penerapan diskon berlapis tidak mengubah harga akhir, meskipun tetap disarankan mengikuti urutan yang tertera di label promo.
Memahami Cara Menghitung Diskon dan Diskon Berlapis
Pelajari cara menghitung harga setelah diskon, memahami perbedaan diskon tunggal dan diskon berlapis, serta cara mencari persentase diskon dari selisih harga.
Apa Itu Diskon Berlapis (Bertingkat)?
Diskon berlapis adalah gabungan dua atau lebih persentase potongan harga yang diterapkan secara berurutan, bukan dijumlahkan begitu saja. Label promo seperti “diskon 20%+10%” sering disalahartikan sebagai diskon 30%, padahal keduanya menghasilkan angka yang berbeda.
Diskon kedua selalu dihitung dari harga yang sudah dipotong diskon pertama, sehingga jumlah hemat yang didapatkan sedikit lebih kecil dibandingkan jika kedua persentase langsung dijumlahkan.
Kenapa Diskon 20%+10% Bukan 30%?
Ilustrasi sederhana untuk barang seharga Rp 1.000.000:
- Diskon 30% langsung: Potongan Rp 300.000, harga akhir Rp 700.000.
- Diskon berlapis 20%+10%: Setelah diskon 20% harga menjadi Rp 800.000, lalu dipotong 10% lagi menjadi Rp 720.000.
- Selisihnya: Diskon berlapis 20%+10% setara dengan diskon tunggal sekitar 28%, bukan 30%.
📐 Ilustrasi Perhitungan Sederhana
Tanya Jawab Seputar Diskon
Jawaban lengkap seputar cara menghitung diskon tunggal, diskon berlapis, dan persentase diskon.