Kalkulator Pinjaman Hard Money | Simulasi Biaya & Angsuran Investor Properti
🏗️ ALAT INVESTOR PROPETI

Kalkulator Pinjaman Hard Money

Simulasikan biaya pinjaman jangka pendek untuk proyek flipping atau renovasi. Hitung angsuran bunga, biaya poin (origination fee), dan kebutuhan dana tunai (cash to close).

Parameter Proyek & Pinjaman

Masukkan detail akuisisi dan syarat pinjaman hard money

🏠 Detail Proyek Properti

📊 Syarat Pinjaman Hard Money

Maksimum % dari total biaya proyek yang dibiayai.

Biaya awal (1 poin = 1% dari jumlah pinjaman).

Simulasi Cepat Profil

ESTIMASI BIAYA HARD MONEY

💰
Jumlah Pinjaman (LTC) Rp 0
💳
Angsuran Bunga / Bulan Rp 0
📝
Biaya Origination (Poin) Rp 0
🎈
Balloon Payment (Akhir Tenor) Rp 0
🏦
Kebutuhan Dana Sendiri (Cash) Rp 0
Komposisi Total Biaya Pinjaman (Bunga + Poin)
Total Bunga Biaya Poin
Peringatan: Pinjaman hard money memiliki tenggat waktu ketat. Pastikan Anda memiliki strategi exit (penjualan atau refinancing) sebelum tenor berakhir untuk menghindari denda atau foreclosures.
Simpan laporan simulasi ini?

📝 Rincian Perhitungan Pinjaman Hard Money

PANDUAN INVESTASI PROPETI

Memahami Mekanisme dan Strategi Pinjaman Hard Money

Pelajari cara memanfaatkan leverage jangka pendek untuk memaksimalkan ROI proyek flipping, sambil mengelola risiko suku bunga tinggi dan tenggat waktu yang ketat.

Mengapa Investor Memilih Hard Money?

Kecepatan dan fleksibilitas adalah nilai utama. Dalam pasar properti kompetitif, kemampuan untuk menutup transaksi (closing) dalam hitungan hari sering kali lebih berharga daripada suku bunga rendah. Pemberi pinjaman hard money menilai After Repair Value (ARV) dan kelayakan rencana renovasi, bukan sekadar skor kredit FICO atau rasio utang terhadap pendapatan (DTI).

Ini memungkinkan investor untuk mengamankan properti distres (distressed property) yang tidak memenuhi syarat untuk KPR konvensional, memperbaikinya, dan meningkatkan nilainya (forced appreciation) sebelum melakukan refinancing atau penjualan.

Rumus Perhitungan Hard Money

Perhitungan biaya pinjaman hard money melibatkan beberapa komponen kunci:

  • Total Biaya Proyek: Harga Beli + Estimasi Biaya Renovasi
  • Jumlah Pinjaman: Total Biaya Proyek × (Persentase LTC / 100)
  • Angsuran Bunga Bulanan: Jumlah Pinjaman × (Suku Bunga Tahunan / 12)
  • Biaya Poin (Origination): Jumlah Pinjaman × (Persentase Poin / 100)

📐 Ilustrasi Perhitungan Sederhana

Contoh: Harga Beli Rp 500.000.000, Renovasi Rp 100.000.000, LTC 70%, Bunga 12%/tahun, Tenor 6 bulan, Poin 2%
Total Biaya Proyek: Rp 500.000.000 + Rp 100.000.000 = Rp 600.000.000
Jumlah Pinjaman (70% LTC): Rp 600.000.000 × 70% = Rp 420.000.000
Angsuran/Bulan: Rp 420.000.000 × (12% / 12) = Rp 4.200.000
Biaya Poin (2%): Rp 420.000.000 × 2% = Rp 8.400.000 (dibayar di awal)
Kebutuhan Dana Sendiri: (Total Proyek – Pinjaman) + Biaya Poin = Rp 188.400.000
PERTANYAAN UMUM

Tanya Jawab Seputar Pinjaman Hard Money

Jawaban lengkap seputar mekanisme, persyaratan, dan strategi exit pinjaman berbasis aset.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *